Senin, 08 Februari 2021
Sabtu, 06 Februari 2021
Refleksi terbimbing 2.1a6 Ni Putu Damayanti S.Pd
- Dari Materi yang sudah saya pelajari, materi yang
menurut saya dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang terkait dengan
pembelajaran di kelas saya adalah penerapan pembelajaran
berdiferensiasi yang mana penerapan pembelajaran berdiferensiasi akan
mencover kebutuhan setiap siswa. dengan catatan guru telah membuat
pemetaan kebutuhan siswa baik yang dilihat dari minatnya, kesiapan belajar
dan profil belajar siswanya.
- Yang menurut saya sulit untuk diterapkan adalah
pembelajaran berdiferensiasi proses. Mengapa menurut hal tersebut sulit
diterapkan, karena mengingat kondisi PJJ yang mana pembelajaran dilakukan
secara daring (dalam jaringan) akan sangat sulit bagi guru mengobservasi
proses pembelajaran siswa secara langsung dan cermat. Apalagi harus
menggunakan proses berjenjang yag tentunya harus menguras tenaga ekstra
bagi guru dalam mengobservasi prosesnya dan mengevaluasinya.
- Jika
saya harus menerapkan hal yang sulit tersebut, dukungan yang Anda perlukan adalah dukungan penuh
pihak orang tua atau wali siswa untuk turut bersamasama mendampingi siswa
di dalam proses pembelajarannya sdehingga akan didapat hasil yang masimal.
Akses dukungan tersebut akan saya
dapatkan dari membangun komunikasi yang baik dengan orang tua siswa
- Jika saya menghadapi sebuah situasi, dimana
kebutuhan belajar siswa saya tidak dapat diakomodasi oleh pembelajaran
berdiferensiasi saya akan memberanikan diri mengambil risiko untuk
memodifikasi pembelajaran saya, meskipun hal tersebut mungkin tidak umum
atau tidak sesuai dengan sistem yang ada. Hal ini terkait dengan pemenuhan
kebutuhan siswa yang mesti kita penuhi, modifikasi yang akan saya laukan
saya usahakan untuk sekecil kecilnya berbenturan dengan sistem namun tetap
harus berkordinasi dengan atasan kita sebagai penanggung jawab kegiatan di
Sekolah dan pimpinan kita di sekolah. Bahkan sebelum saya mengenal
pembelajaran berdiferensiasi saya sudah pernah mengambil resiko dalam
memodifikasi pembelajaran saya, saya pernah menggunakan Lagak dan Biosing
dalam pembelajaran yang tentunya menjadikan kelas saya menjadi sedikit
ribut karena mereka memang harus bernyanyi. Dan seorang guru di kelas
sebelah menegur dan mengatakan bahwa kelas saya adalah kelas binatang. Namun
solusi tetap saya pikirkan untuk meminimalisir konfrontasi yaitu
menggunakan LAB IPA yang letaknya agak jauh dari kelas kelas supaya tidak
terlalu mengganggu kelas yang lainnya. jadi bagi saya mengambil resiko
demi siswa sudah pernah saya lakukan, Asal niat dan tujuannya positif
REFLEKSI LANJUTAN
- Saya dapat melakukan praktek
pembelajaran berdiferensiasi secara lebih efektif dengan menuangkannya
pada RPP agar langkah dan tujuan pembelajarannya menjadi lebih jelas dan
mudah
- Pendekatan
yang seharusnya saya ubahsuaikan adalah pendekatan pembelajaran berdiferensiasi
yang berpihak pada siswa seperti diferensiasi konten diferensiasi proses
dan diferensiasi produk
- Saya
tetap dapat bersikap positif walaupun banyak tantangan dalam penerapan pembelajaran
berdiferensiasi ini, karena saya berpikir bahwa kebutuhan siswa adalah hal
utama yang tentunya mesti kita penuhi sebagai seorang guru. Walaupun rintangan
dan tantangan selalu ada di setiap langkah saya namun saya akan berusaha
untuk selalu mencari solusi terbaik demi kebaikan murid dan saya sendiri
sebagai gurunya. Karena saya sadar guru yang baik adalah ia yang mengerti
akan kebutuhan siswanya dan berupaya untuk memenuhinya sebaai kewajibannya
sebagai guru demi terbentuknya profil pelajar pancasila.
Selain itu saya akan terus membina hubungan baik dan
komunikasi positif baik kepada Kepala sekolah, Rekan guru sejawat Orang tua
siswa dengan siswa siswa saya demi mencapai tujuan bersama
Jumat, 05 Februari 2021
Rabu, 03 Februari 2021
Sabtu, 30 Januari 2021
Kamis, 21 Januari 2021
Mewujudkan Sekolah Ajeg Bali Menuju Merdeka Belajar
Mewujudkan
Sekolah Ajeg Bali Menuju Merdeka Belajar
Oleh
Ni
Putu Damayanti. Nip 19850131 201001 2 021
CGP
Kabupaten Karangasem Bali
LATAR
BELAKANG
Bali
adalah salah satu pulau di Indonesia yang menjadi sasaran wisata. Tidak hanya
terkenal dengan keindahan alamnya, Bali juga sangat kental dengan seni dan
budayanya. Pesatnya perkembagnan zaman teknologi dan globalisasi menyebabkan
pulau Bali juga ikut terbawa di dalam arusnya perkembangan. Banyak para
praktisi pendididkan dan budayawan yang khawatir jika Budaya Bali akan tergerus
globalisasi dan kemajuan zaman.
Kekhawatiran
tersebut membuat para pendidik khususnya sekolah dan Guru sangat prihatin dan
menginginkan sekolah menjadi salah satu tempat transfer budaya agar jangan
sampai Budaya Adiluhung Bali yang telah menghantarkan Bali tersohor di Tingkat
Nasional Dan Mancanegara pelan pelan menghilang atau bahkan ditinggalkan oleh
generasinya.
SMP
Negeri 1 Amlapura adalah Sekolah Menengah Pertama tertua di Kabupaten
Karangasem. Sejak Tahun 2007 telah membawa bendera Sekolah bernuansa ajeg Bali.
Yang di dalam kegiatan pembelajarannya telah mencerminkan pembelajaran yang meneyelipkan
kegiatan Ajeg Bali bahkan di dalam kurikulumnyapun tertera jadwal pasti proses
kegiatan Sekolah Ajeg Bali. Namun di awal tahun 2020 ketika Indonesia termasuk
Bali didalamnya diterpa Pandemi Covid-19, maka kegiatan Pembelajaran ajeg Bali
ini terasa mati suri. Kegiatan yang biasanya terjadwalkan setiap hari sabtu
pada jam 1 dan 2, menjadi tidak tersentuh. Guru guru fokus pada Kegiatan PJJ
daring bahkan beberapa ada yang luring, mereka lupa bahwa ada satu hal kegiatan
yang juga menunjang visi sekolah yang belum terlaksana. Saya sebagai salah satu
CGP di Sekolah tersebut merasa tergerak untuk membagkitkan semangat rekan-rekan
guru untuk kembali menularkan budaya positif, budaya Bali agar generasi emas
kita tetap tahu akan budayanya dan mampu setidaknya melakukan budayanya
sendiri. Hal ini tentunya sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mewujudkan
merdeka belajar dan menuju pelajar pancasila. Para siswa akan merdeka dalam
memilih kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakatnya
TUJUAN
Melalui sekolah Ajeg Bali Mewujudkan murid merdeka yang berkarakter Pancasila, mencintai kebhinekaan salah satunya Budaya Bali
TOLOK
UKUR
Tolok ukur keberhasilannya adalah siswa mampu
menampilkan budaya bali sesuai dengan bakat dan minatnya. Tanpa Beban tanpa
tekanan senang dan bahagia
DESKRIPSI AKSI NYATA
Aksi Nyata yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan Ajeg Bali secara daring yaitu menggunakan Google Meet dan Clasroom. Sehingga Kegiatan Ajeg Bali yang merupakan jargon Sekolah ( SMP Negeri 1 Amlapura) dapat dihidupkan kembali walau dengan napas yang tersendat. Hal pertama yang dilakukan diantaranya : Membuat draf kegiatan serta jadwal dan materi yang
akan diberikan kepada siswa demi mewujudkan visi sekolah ajeg Bali menuju murid
merdeka. Mengecek kesiapan guru /tenaga pendidik dan mengelompokkan guru
berdasarkan skil atau kemampuan keterampilan budayanya. Bekerjasama dengan
aktor pendidikan pendidikan pengampu pendidikan.
HASIL DARI AKSI NYATA
Hasil dari aksi nyata yang dilaukan adalah kembali menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya Bali yang merupakan keunggulan dari sekolah yang kami cintai. Mewujudkan murid yang memiliki kecintaan terhadap budayanya dan mapu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari.
dalam program ajeg bali tersebut terdapat bebrapa kegiatan yang ternbagi menjadi
1. Kegiatan membuat alat upacara
2. Kegiatan Meulat ulatan
3 Kegiatan Menari
4 Kegitan Megambel
5 Kegiatan Mekidung
6.Menulis Aksara Bali
Siswa yang mengikuti kegiatan Ajeg Bali tersebut diberikan tugas untuk membuat foto dan memviddeokan kegiatan ajeg bali mereka selama proses pembelajaran. Anak anak yang sudah mengumpulkan video diberi apresiasi positif dengan bentuk pujian dan motivasi, untuk tetap memperthankan bahkan meningkatkan kegiatan ajeg Bali yang telah dilaukannya.
Guru yang terlibat adalah guru guru yang dipilih sesuai dengan sklill?kemapuannya di bidang budaya yang diketuai oleh Guru Seni Budaya dan Diketahui oleh Kurikulum dan Sebagai Penaggung jawab Kegiatan adalah Kepala SMP Negeri 1 Amlapura
PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI PELAKSANAAN
- KEGAGALAN
Dari Kegiatan ajeg bali yang dilakukan secara daring ada beberapa kegagalan yang dapat saya sampaikan sebagai pelaku aksi nyata di Sekolah.
- belum semua siswa memilih dengan hati keberadaannya dalam kegiatan ajeg bali ada siswa yang ikut karena ikut ikutan temannnya sehingga perlu adanya peran guru untuk mengarahkan sesuia minat dan bakatnya
- masih banyak siswa yang ketika meet belum bisa untuk hadir dikarenakan keterbatasan kuota atau masalah jaringan
- belum semua guru berperan aktif, dalam proses pembelajaran
- KEBERHASILAN
- lebih banyak melibatkan guru terutama di dalam membuat program kegiatan Ajeg Bali.
- mendorong dan lebih memotivasi guru agar terlibat dan aktif di dalam kegiatan Ajeg Bali
- memotivasi siswa untuk tetap melanjutkan tongkat estafet di dalam trnasfer budaya
- Melakukan kerjasama dengan anggota masyarakat sekitar yang emiliki skill/kemampuan sesuai dengan program
MEMBANGUN JIWA DAN RAGA SISWA MELALUI SEKAR GANA ( Inovasi Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 1 Amlapura)
MEMBANGUN JIWA DAN RAGA SISWA MELALUI SEKAR GANA ( Inovasi Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 1 Amla...
-
Hai Rekan Belajar Berbudaya ( Belajar Bersama Bu Damayanti)........ Curhat dikit nih selama jadi Guru pasti pernah dong suatu hari kita ...
-
Haiiiiii....Rekan Belajar Berbudaya...( Belajar Bersama Bu Damayanti).... yang Berbahagia. Kali ini saya akan berbagi Tugas Eksplorasi Kon...








